Jurnal

Musika mengiringi pemergiannya
Ku masih tak memahami
Inikah cara terbaik untuk dia pergi
Hala tujunya juga buta tidak diketahui
Pernah ku dengar bicaranya
Aku ini seperti duta pengembara
Membuka jurnal perjalanan
Semua ku lihat akan ku tulis
Gelagat manusia, pandangan hati

Musika itu kedengaran lagi
Pulangnya jurnal tanpa tuan
Aku hampa, bukankah engkau masih tegap
Mengapa engkau tidak mahu kembali
Kini aku tidak lagi memakai baju putih berseluar lumut
Tetapi aku masih lagi tidak mengerti
Mengapa kau pergi
Jurnal kembara masih terbiar
Langsung tersimpan dibiar berdebu

Musika itu sudah terhenti
Diganti Yasin bersautan
Jurnal berdebu kuselak
Perjalananmu terhenti dek perang yang menghambat
Mengapa tiada siapa mengkhabariku
Kau pergi berkubukan menahan serangan di bumi suci
Matimu berbalutkan letupan yang kau mulai

0 comments: